Rabu, 26 November 2014

Biologi perikanan - Taksonomi ikan



BAB II
TAKSONOMI
HASIL PEMBELAJARAN

 
 




Setelah mengikuti perkuliahan, menyelesaikan tugas dan melaksanakan latihan, diharapkan mahasiswa mampu:
1.      Menentukan konsep dasar dan fungsi taksonomi
2.      Menentukan sejarah sistematika
3.      Menggunakan sistimatika pisces dalam penulisan klasifikasi
4.      Menerapkan pembuatan speciment dan perawatannya
KRITERIA PENILAIAN

 
 



Tingkat keberhasilan mahasiswa dalam menguasai bab ini dapat diukur dari kemampuan mahasiswa dalam:
  1. Mendefinisikan tentang taksonomi
  2. Menjelaskan fungsi taksonomi
  3. Menjelaskan sejarah sistematika
  4. Menjelaskan sistimatika pisces dalam penulisan klasifikasi
  5. Mendemontrasikan cara pembuatan speciment 
  6. Menjelaskan cara merawat speciment  
SUMBER PUSTAKA

 
 



Agustini, M., Wirawan, I., Suyanto, Hayati, N., Sumaryan. 1993. Taksonomi Identifikasi ikan. Univ. Dr. Soetomo. Surabaya

Effendi, I. 1992. Metoda Biologi Perikanan. Yayasan Agromedia.    Bogor.

Saanin,H. 1971. Taksonomi dan kunci identifikasi ikan I. Cetakan ke-2. Bina Cipta. Jakarta




PENDAHULUAN

 
 



Taksonomi disusun dengan memakai landasan berbagai cabang ilmu pengetahuan, misalnya : Morfologi, Fisiologi, Genatika, Ekologi. Karena itu ilmu pengetetahuan pada prinsipnya hidup dan berkembang terus, maka keuntungan serta kelemahan-kelemahan taksonomi sangat tergantung dari pengetahuan, teori serta metode yang digunakan. Semakin tinggi tingkat pengetahuan yang dipakai makin tinggi pula ketelitian yang dihasilkan.
Taksonomi adalah cara atau penyusunan tentang kalisifikasi sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang ditetapkan. Dalam taksonomi karrtagori yang umum dipergunakan adalah sebanyak 15 kartegori, yaitu : Phylum, sub phylum, super klass, klass, super ordo, ordo, sub ordo, super famili, famili, sub famili, genus, sub genus, species, sub species. Akan tetapi untuk penulisan pada buku laporan praktikum digunakan cukup dituliskan : Phylum, Sub Phylum, Klass, Sub Klass, Ordo, Sub Ordo, Family, Genus, Species (Agustini, M. et. al.).
Pada bab ini akan disampaikan tentang pengertian dan fungsi taksonomi, sejarah perkembangannya, sistematika pisces dan bagaimana cara membuat speciment serta aturan pengumpulan koleksi speciment.
URAIAN

 
 



2.1 Pengertian Taksonomi dan Fungsi 
Taksonomi atau sistimatika adalah suatu ilmu tentang klasifikasi dari organisme atau jasad-jasad. Taksonomi berasal dari bahasa yunani yaitu Taxis dan Nomos  yang berarti susunan atau pengaturan hukum. Jelasnya taksonomi adalah cara atau penyusunan tentang klasifikasi sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang ditetapkan Agustini, A. et al. (1993). Semula istilah taksonomi hanya digunakan untuk klasifikasi tumbuh-tumbuhan, namun sekarang kedua istilah tersebut digunakan berganti bentuk untuk tumbuh-tumbuhan maupun binatang.
Klasifikasi merupakan segala ilmu pengetahuan mengenai alam hayati kemudian mengadakan inventarisasi selengkap-lengkapnya serta mencatat fonomena-fonomena kemudian hasilnya disusun secara berurutan dan beraturan. Semua materi yang terkumpul harus dideskripsi, dideterminasi  kemudian ditentukan namanya serta disusun klasifikasinya.

2.2    Sejarah Perkembangan Sistematika/Taksonomi

Sejarah taksonomi dapat dibagi dalam beberapa periode yang hampir serasi dengan pembagian tingkat taksonomi, yaitu (1) Sistematika Lama, ditandai oleh posisi yang memusat dari spesies yang secara tipologis ditetapkan, secara morfologis ditentukan dan bersifat non dimensional, (2) Sistematika baru, definisi spesies bersifat morfologis diganti dengan definisi bersifat biologis dengan mengikut sertakan pula faktor ekologis, geografis, genetis, dan lain-lain
Periode I:
Memberikan ciri dimana flora/fauna setempat diamati dan dipelajari pada abad sebelum Masehi oleh Aris Toteles. Merupakan periode dimana fauna setempat diamati dan dipelajari. Suku bangsa yang amat primitif merupakan pengenal alam yang sangat baik dan memberikan nama spesifik kepada makhluk hidup (pohon, bunga, mamalia, burung, ikan, dll).
Periode II:
Perhatian lebih dipusatkan pada penelaahan evolusi dari katagori-katagori yang lebih tinggi dan mencari penyambung yang hilang (Missing Lids). Periode ini juga dikenal sebagai periode eksplorasi yaitu penggalian ilmu pengetahuan melalui ekspedisi dan pengumpulan suatu jumlah sangat besar dari contoh-contoh bianatang dari segala pelosok dunia sehingga tersusun monografi tentang genus dan familia. Kegiatan ini mencapai puncaknya pada pertengahan abad ke-19.
Pada periode III:
Pada periode ini orang-orang melakukan ekpedisi untuk mengumpulkan berbagai jenis biota sehingga memungkinkan tersusunnya monografi mulai genus sampai species. Pada periode ini lebih banyak menenkankan tengan evolusi yang terjadi pada spesies. Hasil penelitian yang utama adalah Spesies tidak tetap dan uniform (satu bentuk), tetapi bersifat politype dan terdiri dari bermacam-macam subspesies dan populasi lokal (Saanin, H. 1971).
Tokoh dan Ilmuan
Lamarck à korelasi yang erat antara variasi spesies dan lingkungan
Mandel à Sebaliknya, bahwa lingkungan tidak mempunyai peranan yang berarti. Peranan mutasi besar-besaran membentuk spesies baru.
2.3. Sistematika Pisces
Species ini pertama kali digunakan oleh J. RAY (1686) dan kemudian dikembangkan oleh LINAEUS. Species menurut SAANIN (1971) adalah kelompok dari populasi alamiah yang secara aktual atau potensial melakukan perbaikan antar populasi dan secara reproduktif terisolasi dengan kelompok lain. Bila populasi tersebut mempunyai perbedaan yang nyata satu dengan yang lainnya, dengan catatan perbedaannya tidak secara prinsip. Maka populasi tersebut dikatagorikan sub. Species. Populasi yang tidak mempunyai sub species disebut species monotipe, sedangkan yang mempunyai dua atau lebih sub species maka dinamakan species polytype.
Genus/ Genura
Merupakan suatu kesatuan kolektif taksonomi yang terdiri dari beberapa species yang mempunyai hubungan erat.
Famili
Pada prinsipnya berdasarkan dari genus dalam pembentukan famili, jadi merupakan suatu katagori taksonomi yang terdiri dari satu atau beberapa genus yang secara filogenitis terpisah dari familia-familia lain oleh adanya peluang yang telah ditentukan.
Ordo, Class, Phylum
Merupakan katagori taksonomi yang lebih tinggi dari familia dan merupakan katagori kolektif dengan tujuan utama mengelompokkan tidak hanya species tapi genus, familia, dll.





Contoh: klasifikasi ikan Mas
Cyningdom (Dunia) Animalia
Phylum(filum)  Chordata
Classis (Klas)  Pisces
Ordo (Bangsa)  Ostarriophysi
Familia (Suku)  Cyprinidae
Genus (Marga)  Cyprinus
Species (Jenis)  Carpio

Nama ilmiahnya Cyprinus carpio (Internasional)
Nama lokal Ikan Mas
Dalam praktek cukup nama genus, dimulai huruf kapital. Nama species dimulai huruf kecil. Jika menghormati orang laki-laki diberi akhiran -i.Contoh Osteochilus hasselti. Dan untuk menghormati perempuan diberi akhiran                 -ae,contoh Plasmodium luphurae, jika sinonim perlu tambahan.

2. 4  Mengumpulkan Contoh dan Merawat Koleksi Speciment

Indonesia sebagai negara kepulauan mempunyai banyak species ikan, oleh karena itu perlu adanya suatu koleksi ikan yang banyak. Dengan adanya koleksi atau dokumentasi ikan ini diharapkan dapat meningkatkan ilmu pengetahuan mengenai ikan termasuk dalam mata kuliah Biologi Perikanan,Taksonomi, Ikhtiologi, dll.
Menurut Saanin, H. (1971) bahwa tiap-tiap contoh atau specimen yang dikumpulkan harus diberi etiket. Suatu specimen yang tidak beretiket tidak berguna bagi seseorang yang mempelajari dan mempergunakan sistematika baru. Label atau etiket ini begitu pentingnya sehingga kadang kadang dianggap etiket ini lebih penting dari pada specimennya sendiri. Satu catatan yang terpenting pada etiket ini ialah keterangan tentang tempat dimana specimen ini diambil. Hal ini perlu disebabkan oleh karena dua tempat atau daerah yang berdekatan mungkin mempunyai sifat yang sangat berlainan secara tetap, sihingga dapat pula menimbulkan perbedaan dalam ciri-ciri dari binatang yang termasuk kedalam species yang sama. Jika tempat dari mana specimen itu diambil tidak begitu dikenal, umpamanya tidak tercantum dalam peta topografi, maka letak tempat itu terdapat sesuatu tempat yang lebih dikenal harus dinyatakan pula, Umpamanya “Tajur, 7 km selatan Bogor” (Saanin, 1971). Demikian pula penambahan nama kabupaten  sangat berguna.
Jika specimen itu diperoleh dipegunungan, amat berguna pula jika dicantumkan pula ketinggiannya dari permukaanair laut. Sedapat mungkin label atau etiket diisi di tempat mengumpulkan specimen itu sendiri dengan tinta yang tahan air, sedang etiketnya pun tahan air pula. Untuk koleksi kecil di Indonesia pada umumnya dipergunakan etiket yang memuat keterangan sebagai berikut :
Propinsi
      Pulau
      Perairan (tepat)
Nama Ikan (nama daerah)
Nama ilmiah (nama latin)
Yang mengumpulkan
Tanggal
Warna ikan
Klasifikasi

Mengawetkan specimen
Bahan pengawet yang biasa digunakan adalah formalin 4 % . Untuk ikan yang lebih besar dipergunakan konsentrasi yang lebih tinggi misalnya 5 %, dan untuk ikan yang lebih kecil dipergunakan konsentrasi lebih kecil, misalnya 2,5 % - 3 % (Saanin, H.1971)
Ikan yang lebih besar, panjangnya lebih dari 50 cm sebelum diawetkan formalin, terlebih dahulu sisi perut sebelah kanan dituris dengan pisau agar bahan pengawet lebih mudah masuk ke rongga perut. Penyampuran formalin dengan borak akan mencegah mengerisutnya ikan oleh formalin.Pengawetan dengan formalin cukup satu minggu. Untuk menyimpan selanjutnya, formalin harus dikeluarkan lagi dengan merendamnya dengan air biasa yang sering diganti selama dua hari, selanjutnya ikan disimpan dalam etyl-alkohol 70 %. Hal senada juga disampaikan oleh Effendi, I (1992), yaitu bahan pengawet yang baik adalah formalin 10 % atau alkohol 95 %, 70 %, atau 50 %. Sebelum alkohol digunakan, biasanya ikan diawetkan dulu dengan formalin selama beberapa hari, kemudian dicuci dengan air terus direndam selama 24 jam baru ditaruh dalam alkohol.
Menurut Saanin, H. (1971) agar warna asli ikan tidak berubah karena formalin, dipakai cara pengawetan sebagai berikut :
a. Ikan direndam dalam spirtus selama satu hari.
b. Sesudah itu ikan dipindahkan kedalam larutan yang terdiri dari :
-         100 gr garam dapur murni
-         5 gr garam glauber
-         50 gr glycerin
-         1 ltr air suling
c. Setelah ikan dimasukkan dalamlarutan b, maka tambahkan 10 – 15 tetes larutan kamferspiritus dan tempatnya ditutup rapat, sehingga udara tidak dapat masuk.

RANGKUMAN

 
 


1.      Taksonomi adalah cara atau penyusunan tentang klasifikasi sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang ditetapkan.
2.      Klasifikasi merupakan segala ilmu pengetahuan mengenai alam hayati kemudian mengadakan inventarisasi selengkap-lengkapnya serta mencatat fonomena-fonomena kemudian hasilnya disusun secara berurutan dan beraturan. Semua materi yang terkumpul harus dideskripsi, dideterminasi  kemudian ditentukan namanya serta disusun klasifikasinya.
3.      Sejarah taksonomi dapat dibagi dalam beberapa periode yang hampir serasi dengan pembagian tingkat taksonomi, yaitu  :
Periode I :
Memberikan ciri dimana flora/fauna setempat diamati dan dipelajari.                   Pada abad sebelum Masehi oleh Aris Toteles.
Periode II:
Perhatian lebih dipusatkan pada penelaahan evolusi dari katagori-katagori yang lebih tinggi dan mencari penyambung yang hilang (Missing Lids).
Periode III:
Pada periode ini orang-orang melakukan ekpedisi untuk mengumpulkan berbagai jenis biota sehingga memungkinkan tersusunnya monografi mulai genus sampai species.
4.      Dalam praktek cukup nama genus, dimulai huruf kapital. Nama spicies dimulai huruf kecil. Jika menghormati orang laki-laki diberi akhiran –i (Contoh Osteochilus hasselti). Jika menghormati orang perempuan diberi akhiran – ae, (Contoh Plasmodium luphurae) .
5.      Dengan adanya koleksi atau dokumentasi ikan ini diharapkan dapat meningkatkan ilmu pengetahuan mengenai ikan termasuk dalam mata kuliah Biologi Perikanan,Taksonomi, Ikhtiologi, dll.

LATIHAN SOAL

 
 



Pilihlah salah satu jawaban yang saudara anggap paling benar !
1. Ilmu tentang klasifikasi dari organisme atau jasad-jasad sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan dinamakan
a.       Biologi Perikanan                      d. Klasifikasi
b.      Ikhtiologi                                  e. Dinamika populasi
c.       Taksonomi

2. Merupakan suatu kesatuan kolektif taksonomi yang terdiri dari beberapa species yang mempunyai hubungan erat.
a.       Species                        d. Ordo
b.      Genus                                       e. Klass
c.       Famili

3. Populasi yang mempunyai dua atau lebih sub species maka dinamakan species
a.       Tunggal                        d. Polytype
b.      Monotype                                e. Homotype
c.       Heterotype



4. Species ini pertama kali digunakan oleh J. RAY (1686) dan kemudian dikembangkan oleh
a.       Linaeus                         d. Mandel
b.      Aristoteles                                e. Hasellty
c.       Lamarck

5. Periode dimana perhatian lebih dipusatkan pada penelaahan evolusi dari katagori-katagori yang lebih tinggi dan mencari penyambung yang hilang (Missing Lids) terjadi pada ……
a.       Periode I                                  d. Sistematika lama
b.      Periode II                                 e. Sistematika baru
c.       Periode III

Lengkapi pernyataan dibawah ini dengan menuliskan huruf dari kumpulan jawaban pada kolom kanan yang Anda anggap paling benar !

1
Ilmu pengetahuan mengenai alam hayati kemudian mengadakan inventarisasi selengkap-lengkapnya serta mencatat fonomena-fonomena kemudian hasilnya disusun secara berurutan dan beraturan

a.       Periode I

b.      Sistematika Baru

c.       Sistematika Lama

d.      Periode III

e.       Klasifikasi

f.        Taksonomi

g.       Monotype

h.       Polytype

i.         Heterotype
2
Sejarah taksonomi yang ditandai oleh posisi yang memusat dari spesies yang secara tipologis ditetapkan, secara morfologis ditentukan dan bersifat non dimensional
3
Sejarah taksonomi yang mempunyai definisi spesies bersifat morfologis diganti dengan definisi bersifat biologis dengan mengikut sertakan pula faktor ekologis, geografis, genetis, dan lain-lain
4
Periode dimana orang-orang melakukan ekpedisi untuk mengumpulkan berbagai jenis biota sehingga memungkinkan tersusunnya monografi mulai genus sampai species.
5
Populasi yang tidak mempunyai sub species disebut species …….


Jawablah pertanyaan dibawah ini dengan baik dan benar !

1.      Apa yang saudara ketahui tentang taksonomi tujuannya?
2.      Tolong jelaskan apa divinisi dari klasifikasi ?
3.      Bagaimana sejarah perkembangan sistematika/taksonomi ?
4.      Apa yang saudara ketahui tentang species dan bagaimana cara penulisan sistematika pisces ?

Kerjakan Tugas Berikut !

Buatlah specimen ikan/udang sesuai dengan teori yang telah disampaikan, dilengkapi dengan etiketnya !


1 komentar:

  1. Play Casino Review: Risk-Free Bet No Deposit on Dream
    Welcome Bonus Details. No Deposit Free Bets Available air jordan 18 retro from me · Betting where to order air jordan 18 retro toro mens sneakers Terms · Wagering Requirements air jordan 18 stockx online shop · Player Support good air jordan 18 retro · Minimum Deposit – £/€ 5 air jordan 18 retro online · Player

    BalasHapus